Gimp – aplikasi open source yang dikembangkan sebagai varian dari Adobe Photoshop, menjadi leader di bawah platform sistem operasi Linux. Dilengkapi dengan fitur-fitur dan tools yang cukup lengkap dan nyaris menyamai apa yang ditawarkan oleh Adobe.
Filter set yang disediakan pun tidak kalah bahkan melebihi apa yang secara default disediakan oleh Adobe (bahkan versi CS3 sekalipun). Semuanya mengarah pada komentar “Nah lo, Photoshop dapet saingan neh”. Tapi apa benar seperti itu adanya ? Tunggu dulu !!!
Fitur OK, Free OK, compatibility OK, then what ??
Dengan berbagai keunggulan dan kelengkapan yang ditawarkan GIMP, sayang sekali aplikasi ini didesain dengan berkesan ‘asal’. Coba saja perhatikan interface aplikasi ini. Setiap bagian dipisahkan dalam window yang saling tidak terkait satu sama lain. Bahkan saat kemudian kita membuka proyek-proyek editing baru, itu hanya akan menambah jumlah window yang ditampilkan. Intinya GUI dari GIMP ini cukup ribet dan menyulitkan untuk kemudahan editing yang biasa ditawarkan dalam aplikasi-aplikasi serupa.
Untuk sebuah aplikasi gratis yang OK, GUI yang disediakan membuatnya jadi kurang OK. ^^
Kita tunggu saja kapan GIMP akan dikembangkan lagi oleh para simpatisannya. Tentunya dengan interface yang lebih OK ^^

Recent Comments